Yunani

Perkataan Yunani selalu membawa imajinasi kita ke dunia aristektur yang luar biasa, kebudayaan yang berlimpah ruah serta sejarah  kehebatan manusia. Sebagai negara yang terletak di perlintasan antara Asia dan Eropa, di masa lalu Yunani telah mengalami berbagai gejolak yang melibatkan penduduknya sepanjang perang yang keji. Diperintah oleh berbagai kekuatan kekaisaran yang berbeda dengan aturan yang berbeda pula telah mewariskan kekayaan budaya yang tidak terhingga.

Berwisata di Yunani bukan berarti hanya mengunjungi berbagai tempat  yang ataupun berbagai atraksi berbeda tetapi juga berarti mengarungi periode waktu yang berbeda. Bagian tenggara Eropa ini meliputi daerah seluas 131.990 km2 yang memiliki variasi pemandangan maupun klimat yang berbeda. Terletak di bagian selatan peninsula Balkan, Yunani berbatasan langsung dengan Albania, Bulgaria dan Yugoslavia (pada waktu yang lalu) di bagian utara serta Turki dan laut Ionian di sebelah barat. Dari 2000 gugusan pulau yang membentuk Yunani hanya sebanyak 166 pulau yang dihuni. Sebagian besar daratan Yunani tertutup oleh deretan pegunungan dimana pegunungan Pindos merupakan yang terluas. Keindahan bangunan berarsitektur lawas seperti Akropolis di Atena, kota Byzantine, kota Rhodes merupakan sebagian contoh dari kekayaan yang dimiliki Yunani pada zaman keemasannya.

Yunani merupakan salah satu negara di dunia yang mengawali peradaban modern, bukan hanya untuk negara-negara Eropa tetapi juga untuk seluruh peradaban barat.  Patut diingat bahwa di negeri ini berlangsung Olympic Games yang pertama di dunia. Yunani tidak hanya sebatas kejayaan sejarah, tetapi dilengkapi pula oleh berbagai atraksi alami nan molek dan infrastruktur pariwisata yang sangat mendasar sehingga menjadikan negeri tujuan wisata yang ternama. Atena disamping sebagai ibu kota Yunani juga merupakan kota terbesar di negeri ini. Wisatawan dapat menyaksikan perpaduan dengan Asia dengan melihat pasar yang bercorak warna-warni, jalanan macet dan penduduk yang ramah. Kota ini dipenuhi dengan bangunan-bangunan arkhaelogikal serta koleksi berbagai barang antik di dunia. Disamping Atena kota-kota lain seperti Rhodes, Serres, Volos, Ioannina dan Tessalonki merupakan tempat yang patut dikunjungi oleh wisatawan. 

Istana Knossos
Istana Knossos menyajikan berbagai barang terbaik serta berbagai kebesaran diantara semua atraksi di seluruh Yunani. Dibangun antara tahun 1700 – 1400 sebelum masehi, istana Minoan ini dahulunya berfungsi sebagai gedung pengadilan Raja Minos yang terkenal. Bangunan seluas 20.000 m2 ini sudah tidak dikenali lagi bentuk aslinya saking seringnya dilakukan renovasi. Sebagian dari istana ini memiliki ketinggian 5 tingkat yang tentunya memerlukan teknologi maju untuk mengerjakannya.
Delphi
Kota yang terletak di lembah Phocis ini merupakan kota yang terkaya di Yunani dalam hal kebudayaan. Terdapat bangunan-bangunan yang menakjubkan dan kebudayaan yang dinilai sangat memaknai kultur Yunani. Orang mengenalnya karena keberadaan Oracle yang dipersembahkan bagi Dewa Apollo. Ekskavasi yang pernah dilakukan disini menjumpai banyak artifak terbuat dari perunggu, keramik dan bahkan tripods penyangga yang digunakan oleh Delphic Pythia. Kuil Apollo yang dibangun pada abad ke 4 sebelum masehi merupakan atraksi yang paling sering dikunjungi. Reruntuhan kuil ini mengingatkan pada bangunan Doric, yang dibangun dari sisa-sisa reruntuhan kuil lain pada abad 6 sebelum masehi.
Olympia
Merupakan nama tempat dimana Olympic Games berlangsung, terletak di jantung Peloponnesus. Olympia merupakan salah satu titik awal peradaban yang berlangsung langgeng, yang pada awalnya merupakan persembahan bagi Dewa Zeus. Aktivitas ini berlangsung setiap 4 tahun sekali dan sampai sekarang aturan ini masih tetap dianut. Awal mula Olympia diyakini berlangsung pada tahun 776 sebelum masehi sampai dengan tahun 5 sebelum masehi. Bangunan-bangunan disini seperti Kuil Hera, kuil Zeus, stadium, Bouleuterion dan Prytaneion merupakan contoh arsitektur klasik Yunani.
Acropolis
Yunani tanpa Acropolis akan menjadi kurang menawan bagi wisatawan. Nama Acropolis merujuk pada tepian kota. Terletak di ibu kota Atena, Acropolis berdiri tegak di atas perbukitan. Acropolis ini menjadi terkenal karena adanya kuil Parthenon, kuil yang dipersembahkan bagi Dewi Atena. Daerah ini telah menjadi daerah hunian sejak tahun 650 sebelum masehi dan merepresentasikan semua aspek sejarah singkat dari Yunani. Kebesaran arsitektur Acropolis sungguh menawan untuk dipandang serta meupakan etalase spirit peradaban Yunani. Pemandangan dari Atena ke arah Acropolis, dan sebaliknya dari kuil ke arah kota sangat luar biasa.

Pada abad ke 5 sebelum masehi, Atena menduduki posisi terpenting diantara kota yang termasuk tua di dunia dan Acropolis menjadi pusat perhatian.

Sampai saat ini merupakan pertanyaan besar mengenai keajaiban bagaimana dapat terjadi transformasi dari sebuah bukit karang menjadi monumen budaya dan seni yang unik. Monumen terpenting yang dibangun semasa jaman Yunani adalah Parthenon yang meupakan karya Ictinus. Sayangnya saat ini kita hanya dapat menyaksikan bangunan yang sudah tidak utuh lagi sebagai saksi peradaban Yunani yang maha besar.
Meteora
Meteora merupakan tujuan penting dari para jemaah yang berupa biara yang indah. Ini merupakan kompleks biara terbesar dari aliran Eastern Orthodox yang terdiri atas 6 biara yang telah diakui sebagai warisan dunia oleh Unesco. Diperkirakan biara ini didirikan sekitar abad 11 sebelum masehi oleh biarawan petapa. Patut dikunjungi bukan hanya oleh keindahannya tetapi juga suasana alamnya yang menarik karena terletak di karang yang menjulang tinggi dan di tepi lebah yang curam.
Mycenae
Mycenae diakui sebagai salah satu tempat yang merupakan pembentukan kebudayaan Eropa. Fakta ini telah membuat keingintahuan banyak wisatawan untuk berkunjung dan untuk memperoleh berbagai informasi. Disini dapat disaksikan puing-puing reruntuhan dinding yang besar serta beberapa istana. Monumen-monumen disini didirikan ribuan tahun sebelum monumen lainnya di Yunani berdiri. Proses ekskavasi yang dimulai sejak tahun 1841 selalu menemukan sesuatu yang baru. Tempat ini juga dipandang penting dari segi sejarah mengingat bahwa ini merupakan tempat tinggal dari Atreides, pahlawan pada perang Troya. Atraksi utama yang dapat dijumpai disini adalah makam dari pahlawan Yunani.
Musium arkeologikal nasional
Sekalipun telah mengunjungi banyak tempat bersejarah, wisatawan yang merasa belum terpuaskan mengenai sejarah Yunani dapat langsung mengunjungi Museum Arkhaelogikal Nasional di Athena. Di tempat tersebut dipamerkan berbagai seni pahat, barang-barang kuna, lukisan dinding yang berasal dari zaman pra-sejarah. Banyak yang berpendapat bahwa museum ini merupakan yang terbaik di dunia dari segi pengaturan barang-barang antik dan penting secara sejarah. Koleksi musuem ini terbagi atas 9 seksi yakni koleksi pra-sejarah, koleksi seni pahat, koleksi bejana dan obyek kecil, temuan Santorini, koleksi metalurgi, koleksi Stathatos, koleksi Vlastos, koleksi seni Mesir dan koleksi barang antik dari timur dekat.
Agora Kuno
Terletak tepat di bawah Acropolis terletak sebuah kawasan komersiil tertua dari kebudayaan Yunani. Di salah satu penjara di daerah tersebut filosof Yunani terkenal, Socrates, dipenjara yang kemudian berakhir dengan tindakan bunuh diri. Diantara tumpukan puing-puing bangunan lawas, yang paling terkenal adalah teater Dionysos yang merupakan teater pertama di dunia. Salah satu bangunan telah direstorasi pada tahun 200 sebelum masehi dan kini digunakan untuk memamerkan artefak yang menggambarkan 5000 tahun sejarah Yunani.
Biara Daphni
Didirikan pada tahun ke 5 sebelum masehi, biara ini terletak dalam kuil purba yang didedikasikan bagi Dewa Apollo dan dianggap sebagai penanda arsitektur Byzanthine. Pada abad ke 10 sebelum masehi biara Daphni dibangun kembali dan diambil alih oleh biarawan Cisterian dan kemudian dikonversi menjadi biara Katolik. Selanjutnya diambil alih kembali oleh Gereja Orthodox Yunani. Tampak karya mosaik yang lain dari biasanya yang memperlihatkan gambaran dari kitab Injil. Wisatawan tertarik selama berlangsungnya festival anggur yang diselenggarakan setiap tahun pada bulan Agustus – September.
Plaka
Plaka merupakan bagian tertua dari Athena modern. Banyak yang masih dapat merasakan nuansa sejarah Yunani tergantung di awang-awang. Wisatawan banyak mengunjungi Plaka hanya untuk sekedar berjalan-jalan di jalanan yang sempit terutama pada senja hari dimana jajaran gereja-gereja, bangunan kuna dan mesjid-mesjid menampakkan diri sebagai gambaran yang sangat menarik dengan latar belakang matahari.